Kamis, 19 Agustus 2010

Peluang Usaha Siomay Keliling



” Banyak jalan menuju Roma ”, istilah tersebut sangat sesuai untuk menggambarkan banyaknya cara dan pilihan peluang bisnis yang dapat kita jalankan. Hal itu pula yang memberikan motivasi kepada Kang Ikun yang saat ini bekerja sebagai penjual siomay keliling. Karena terbatasnya modal dan kemampuan yang ia miliki, kang Ikun yang saat itu telah menyelesaikan sekolahnya ditingkat SLTP di Purwokerto. Memutuskan untuk ikut pamannya yang melancong ke kota Jogja untuk berjualan siomay keliling.

Berawal dari kebiasaannya ikut bersama sang paman yang menjajakan siomay keliling dengan sepeda , Kang Ikun akhirnya memberanikan diri untuk berjualan siomay keliling sendiri dengan mengambil alih sebagian wilayah jualan sang paman. “ Saat itu saya masih berumur 13 tahun, jadi paman cuma ngasih ijin saya berkeliling di wilayah yang tidak terlalu jauh dari kontrakan,” ungkap Kang Ikun. Berkat ketekunan dan kegigihan kang Ikun selama bertahun – tahun menekuni usaha siomay kelilingnya, kini Kang Ikun telah memiliki tiga sepeda siomay keliling yang digunakannya bersama dengan kedua anak buahnya untuk berjualan siomay keliling.

Setiap harinya Kang Ikun berkeliling mulai dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 19.00, dengan wilayah keliling area sekolahan, daerah anak – anak kost yang ada di sekitar kampus daerah Jogja, serta masyarakat umum. “ Kebanyakan pelanggan tetap saya para mahasiswa dan anak – anak kost, ” jelasnya.

Kini usaha yang dimilikinya mampu dijadikan pegangan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya serta kebutuhan keluarganya yang ada di kampung. Ia bisa menjual siomay dagangannya rata – rata 40 porsi / hari, dengan harga Rp 4.000,- / porsi. Selain itu Kang Ikun juga masih dapat tambahan pemasukan dari setoran yang dihasilkan dari kedua anak buahnya, rata – rata anak buahnya menghabiskan 250 butir siomay per harinya dengan harga Rp 400,- / butirnya.

Diluar kegiatan pokoknya jualan siomay keliling, kang Ikun juga sering mendapatkan pesanan siomay untuk hidangan acara – acara khusus atau hajatan yang diadakan para pelanggan tetapnya.

Dari usaha siomay keliling yang dianggap contoh usaha kecil pun kita mampu memperoleh keuntungan yang besar apabila ditekuni dan dikelola dengan baik. Kepuasan pelanggan menjadi syarat mutlak yang harus dicapai dalam menjalankan segala macam usaha. Dan Kang Ikun pun selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas rasa siomay yang diproduksinya. “ Walaupun siomay saya hanya pakai sepeda keliling, tapi rasa siomay saya gak boleh kalah dengan siomay yang ada di restoran.” Ujar Kang Ikun sembari tersenyum dengan penuh percaya diri.

Berikut kami cantumkan analisa biaya berjualan usaha ini.

Analisa Ekonomi

Modal awal
Bahan baku Rp 100.000,00
Gerobak sepeda Rp 300.000,00
Peralatan Rp 200.000,00
Lain – lain Rp 25.000,00 +
Jumlah Rp 625.000,00

Biaya Operasional / hari

Pembelian bahan baku Rp 100.000,00
Gas Elpiji Rp 13.000,00
Lain – lain Rp 10.000,00+
Jumlah Rp 123.000,00

Pemasukan
Omset/ hari : 40 porsi x Rp 4.000,00 = Rp 160.000,00

Laba bersih / hari Rp 37.000,00

Laba bersih / bulan
Rp 37.000,00 x 30 hari = Rp 1.110.000,00

Jika rasanya saja tidak kalah dengan siomay restoran, kenapa tidak kita kembangkan usaha yang potensial ini menjadi usaha yang lebih besar lagi. Tentunya bagi mereka teman-teman seperti Kang Ikun ini membutuhkan support dana dan pendampingan manajerial untuk membantu mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

Sumber gambar : http://www.tabloidharapanindah.com/imgupl/_107_1085.gif

http://food.detik.com/images/content/2009/06/04/294/siomaybsr.jpg
www.bisnisukm.com

Tahu Bakso Jajanan Baru, Duitnya Seru


Banyaknya sentra usaha pembuatan tahu didekat wilayahnya tinggal mendorong mbak Nunik dengan keluarganya membuat usaha tahu bakso ini. Awalnya memang coba coba saja namun setelah mengikuti pameran di Purna Budaya tahu baksonya laris manis.

Dari situlah muncul beberapa pelanggan yang sampai sekarang setia menikmati tahu bakso buatannya. Sarjana ekonomi management salah satu perguruan tinggi swasta di kota Jogja ini memang belum lama membuka usaha jajan pasar tahu bakso ini.

Dengan modal awal 100 ribu, saat ini selain membuat tahu bakso untuk pesanan di wilayah Borobudur, Magelang tempat tinggalnya, dia juga sekarang mampu memproduksi sekitar 250 buah tahu bakso perhari hanya untuk memenuhi pasar Jogja saja.

Keunggulan dari tahu bakso mbak Nunik ini memang terlihat dari cita rasa di tahunya itu sendiri. Memang sudah banyak dikenal orang kalo tahu buatan Magelang terkenal gempi karena teksturnya yang padat, tidak lembek seperti tahu yang lain dan juga tidak beraroma kecut.

Selain itu mbak Nunik membuat tahu baksonya dalam kondisi tahu bakso kukus, bukan dalam bentuk yang sudah digoreng sehingga memudahkan konsumennya untuk menikmati sesuai selera mereka. “ Kalo ada yang suka goreng, tinggal digoreng saja,” kata perempuan usia 28 tahun ini.

Adonan tahu bakso buatannya juga tidak keras dan sangat enak, disinilah kunci dari gurihnya tahu baksonya karena menggunakan adonan tepung tahu bakso sendiri bukan dari adonan tepung kanji. Dengan harga 900 rupiah per buah pelanggan sudah bisa menikmati lezatnya tahu bakso buatan mbak Nunik.

Proses Pembuatan

Dalam proses pembuatan tahu bakso tidak begitu banyak kesulitan yang dihadapi oleh mbak Nunik. Dengan kekuatan tahu yang memang sudah sangat enak, dia hanya membuat adonan isi namun dengan cita rasa yang sangat menggugah selera lidah ini.

Bahan bakunya adalah 40 buah tahu pong ukuran 5 x 5 cm, belah diagonal menjadi 2 bagian (tahu pong dapat diganti dengan tahu goreng yang dibelah segitiga dan dikerok bagian diagonalnya hingga berlubang).

Untuk isian tahu bakso, daging sapi dan daging ayam dengan perbandingan 1:1 dicampur menjadi satu. Lalu ditambah dengan tepung tahu bakso, banyak bawang putih dan garam juga bawang merah goreng. Semua bahan ini kemudian digiling sampai halus.

Setelah adonan bakso jadi langsung dimasukan kedalam tahu yang sudah dibelah dan isinya telah dikeluarkan. Setelah itu barulah tahu yang berisi adonan bakso ini dikukus selama 45 menit.

Kiat Usaha Tahu Bakso

Karena usaha tahu bakso merupakan usaha produk olahan, maka diperlukan kiat-kiat untuk sukses dan terus mempertahankan usaha ini.

Konsistensi mutu
Sebagai produsen yang melayani banyak pelanggan maka konsistensi resep dalam proses pembuatan tahu bakso sangatlah penting. Cara penyimpanan yang benar untuk menjaga keawetan tahu bakso sendiri juga perlu diperhatikan.

Di Indonesia sertifikasi halal dan tanpa pengawet menjadi penting untuk menjamin pemenuhan persyaratan halal dan keamanan pangan. Selain itu, keamanan pangan menjadi penting untuk diterapkan dalam industri pembuatan bakso.

Kontinuitas pasokan
Kontinuitas pasokan bahan baku yang berdampak pada kontinuitas produksi dan pasokan kepada pelanggan menjadi penting. Pada saat tahu bakso kita tidak ada di pasaran di saat konsumen mencarinya, disaat itulah pesaing kita mengambilnya.

Pemasaran
Pemasaran produknya sesuai dengan fokus target pasarnya. Yang perlu diperhatikan dalam masalah distribusi adalah waktu pengiriman yang terlalu panjang dan tanpa sarana yang memenuhi standar sehingga akan berisiko terhadap mutu tahu bakso.

Harga
Umumnya produsen tahu bakso tidak dengan mudah menaikan harga tahu baksonya meskipun harga bahan baku dan sarana produksi naik. Biasanya mereka mengambil momen tertentu untuk menaikkan harga seperti saat Lebaran.

Meski konsumen tidak begitu peduli dengan merek produk tahu bakso tertentu tetapi di mata penjual ulang, merek dagang tahu bakso menjadi andalan karena mutu yang terjamin.

Simulasi Keuntungan Usaha Tahu Bakso
Bahan baku
Tahu (per hari) Rp 100.000,00
Bahan isi Rp 50.000,00
Total (Rp.150.000,00 x 26 hari produksi) Rp 3.900.000,00
Operasional
Distribusi : Rp.25.000,00 x 26 hari Rp. 650.000,00
Total Pengeluran
Rp. 3.900.000,00 + Rp. 650.000,00 Rp 4.550.000,00
Pendapatan
Penjualan 250 x Rp.900,00 x 26 hari Rp 5.850.000,00
Keuntungan
Rp.5.850.000,00 – Rp. 4.500.000,00 Rp 1.300.000,00


sumber gambar: http://kulinerkhassemarang.files.wordpress.com/2009/05/tahu-bakso1.jpg
www.bisnisukm.com

Tempe Mendoan Rasa Lezat, Rezekinya Nikmat


Siapa yang belum pernah makan tempe? sebagian masyarakat Indonesia baik itu dari kalangan atas sampai dengan kalangan bawah pasti pernah merasakan nikmatnya makan tempe. Iya…tempe merupakan makanan paling popular di Indonesia. Selain memiliki kandungan protein nabati yang tinggi, harga makanan yang satu ini juga relatif terjangkau oleh sebagain besar masyarakat kita. Tempe sendiri bisa dibuat variasi makanan olahan yang pastinya juga banyak digemari. Salah satu olahan tempe yang banyak dikenal adalah mendoan.

Tempe mendoan selama ini identik dengan makanan khas daerah Banyumasan. Namun, saat ini bisa dibilang mendoan menjadi salah satu makanan rakyat yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Tempe mendoan ini bisa menjadi camilan bahkan menjadi lauk yang lezat pendamping nasi putih yang setiap hari kita makan. Menyantap tempe mendoan sebaiknya ketika tempe tersebut masih hangat. Sehingga, panganan ini jangan disimpan terlalu lama setelah selesai digoreng. Dan kebanyakan para penjual tempe mendoan itu baru menggoreng jika ada yang memesan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita membuka usaha ini antara lain, ketika menggoreng sebaiknya kita menggunakan minyak yang cukup banyak sehingga seluruh tempe dapat tercelup. Jika tidak, maka tempe mendoan tersebut kemungkinan akan lengket di wajan dan susah untuk diangkat. Selain itu, minyak goreng juga tidak digunakan berulang-ulang, dan ketika minyak sudah terlihat menghitam harus segera diganti karena akan mempengaruhi warna tempe dan berbahaya bagi kesehatan kita.

Lokasi berjualan tempe mendoan ini yang potensial adalah di tempat berkumpulnya banyak orang, seperti di pasar, dekat sekolah-sekolah, kampus, dan tempat strategis lainnya. Perlengkapan yang diperlukan untuk memulai usaha ini antara lain kompor, wajan, saringan minyak, sodet, capit makanan, dan baskom sebagai tempat adonan. Selain itu, juga diperlukan perlatan makan dan minum. Meja dan kursi sederhana juga perlu dipersiapkan untuk mereka yang makan ditempat. Dan penyajian yang unik seperti menggunakan daun pisang juga perlu dipertimbangkan agar makin memberikan warna pada makanan khas tersebut.

Resiko yang paling mungkin dan sering dijumpai para penjual makanan ini adalah kenaikan harga bahan baku yang semakin tinggi. Karena kenaikan harga bahan baku tersebut juga secara otomatis akan menaikkan harga jual yang pastinya juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat kebanyakan.

Resep Pembuatan Tempe Mendoan

Bahan-bahan:

* 100 gram tepung beras
* 1 sendok makan tepung terigu
* 2 batang daun bawang, iris halus
* 125 ml air
* 300 gram tempe, irir lebar tipis 10 x 15 cm
* minyak sayur secukupnya

Bumbu Tempe Mendoan :

* 2 siung bawang putih
* 1 butir bawang merah
* 1 sendok teh ketumbar
* 2 sendok teh garam

Cara membuat Tempe Mendoan :

1. Haluskan Bumbu Tempe Mendoan.
2. Aduk tepung dengan bumbu yang dihaluskan, daun bawang dan air hingga rata.
3. Celupkan tiap potong tempe dalam adonan tepung. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung matang, tetapi tidak sampai kering. Angkat, tiriskan.
4. Sajikan.

Analisa ekonominya:

Asumsi

Masa pakai tenda, meja, dan kursi 3 tahun
Masa pakai perlatan masak 2 tahun
Masa pakai perlatan makan, minum, dan kompor 2 tahun
Masa pakai wajan 4 tahun

a. Biaya investasi

Tenda, meja, dan kursi Rp. 4.500.000
Peralatan masak Rp. 300.000
Wajan ukuran besar Rp. 150.000
Spanduk Rp. 150.000
Peralatan makan dan minum Rp. 150.000
Peralatan lain-lain Rp. 300.000
Total investasi Rp. 5.500.000

b. Biaya operasional per bulan

1. Biaya tetap
Penyusutan tenda, meja, kursi 1/36 x Rp.4.500.000 Rp. 125.000
Penyusutan Peralatan masak 1/24 x Rp. 300.000 Rp. 12.500
Penyusutan wajan 1/48 x Rp. 150.000 Rp. 3.100
Penyusutan peralatan makan 1/24 xRp. 150.000 Rp. 6.250
Penyusutan peralatan lain-lain 1/24 x Rp. 300.000 Rp. 12.500
Masa pakai spanduk 1/24 x Rp. 150.000 Rp. 6.250
Upah karyawan 1 orang Rp. 900.000
Sewa tempat Rp. 700.000
Total biaya tetap Rp. 1.765.600

2. Biaya variabel

Tempe khusus mendoan (50 ikat*
x Rp.2.500/ikat x 30 hari) Rp. 3.750.000
Tepung terigu (8 kg x Rp.9.000/bal x 30 hari) Rp. 2.160.000
Bawang daun (1 kg x Rp. 9.000/kg x 30 hari) Rp. 270.000
Bumbu mendoan (10 bungkus x Rp.1.500 x 30 hari) Rp. 450.000
Penyedap rasa dan garam ( Rp.2.000 x 30 hari) Rp. 60.000
Kecap botolan (12 botol/bulan x Rp.5.000/botol) Rp. 60.000
Cabai rawit (1 kg x Rp.22.000/kg x 30 hari) Rp. 660.000
Minyak goreng (8 kg x Rp.9.000/kg x 30 hari) Rp. 2.160.000
Gas ( 2 tabung x Rp.13.000/tabung x 30 hari) Rp. 780.000
Perlengkapan lain Rp. 100.000
Listrik Rp. 70.000
Transportasi Rp. 300.000
Kebersihan dan keamanan Rp. 50.000
Total biaya variable Rp.10.870.000
Total biaya operasional Rp.12.635.600

c. Penerimaan per bulan

Penjualan tempe mendoan 500 buah x Rp. 1000/buah x 30 hari Rp. 15.000.000

d. Keuntungan per bulan
Keuntungan = Total penerimaan-total biaya operasional
= Rp. 15.000.000-Rp. 12.8635.600
= Rp. 2.364.400

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional
= Rp.15.000.000 : Rp.12.635.600
= 1,2

f. Pay Back Period
Pay back period = (Total biaya investasi:keuntungan x 1 bulan)
= (Rp. 5.550.000 : Rp. 2.364.400) x 1 bulan
= 2,3 bulan

Untuk variasi usaha, bisa dijual juga tahu bulat.

Diolah dari berbagai sumber dan buku “40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia”

Sumber gambar: http://resibismo.files.wordpress.com/2007/12/mendoan-kering.jpg
www.bisnisukm.com

Usaha Gorengan


Siapa yang tidak suka makan gorengan? Nah, makanan ringan yang satu ini memang sudah tidak asing lagi bagi lidah kita. Mulai dari balita sampai dengan manula, bisa menikmati lezatnya berbagai jenis bahan makanan yang digoreng. Dalam hal usaha pun, dapat dipastikan para pedagang gorengan bisa meraih pangsa pasar yang sangat beragam. Berbagai macam jenis gorengan yang kita kenal antara lain, mulai dari gorengan yang fenomenal yakni Ayam Goreng Kentucky Fried Chicken atau KFC, yang dirintis oleh Kolonel Harland Sanders, hingga tempe mendoan khas Karesidenan Banyumas.

Dengan melihat kesuksesan KFC, maka bisa disimpulkan bahwa prospek usaha gorengan bisa menjadi jaminan masa depan jika kita mampu meracik bumbu yang unik dan tentunya lain dari pada yang lain. Untuk usaha gorengan ayam sendiri di wilayah Yogyakarta kita akan mengenal ayam goreng Mbok Berek, yang biasa disebut Fried Chicken-nya Jawa atau Javanese Fried Chicken, yang dirintis oleh Nini Ronodikromo atau yang biasa disapa Mbok Berek.

Selain berbagai macam ayam goreng, kita bisa menemukan macam gorengan lain yang sangat popular bagi kita, seperti tempe goreng, tahu isi, bakwan, ubi goreng, cireng (aci goreng), tape goreng, dan lain-lain. Kita bisa menemukan berbagai macam gorengan tersebut mulai dari Restoran yang mewah hingga yang dijual di angkringan atau rumah. Nah, untuk membuat usaha warung gorengan ini pun cukup mudah. Peralatan yang perlu dipersiapkan antara lain:

1. Tempat Untuk Berjualan.

Tempat untuk berjualan gorengan ini bisa berupa gerobak dorong dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah. Bisa juga ditambahkan terpal jika Anda ingin berjualan menetap. Namun jika tidak memungkinkan ataupun tidak menghendaki berjualan dengan menggunakan gerobak, Anda bisa menjual gorengan cukup di rumah atau depan rumah, dengan tempat yang sederhana, misalnya etalase atau cukup dengan meja untuk meletakkan gorengan. Selain itu, berbagai alternatif tempat berjualan ini antara lain di perempatan, depan gang, depan sekolah, gerbang komplek perumahan, pinggir jalan yang ramai, dan lain-lain. Tentunya dengan catatan bahwa tempat-tempat tersebut diperbolehkan untuk berjualan atau tidak mengganggu ketertiban umum.

2. Peralatan Memasak.

Untuk peralatan memasak sendiri tentunya cukup dengan peralatan memasak yang sederhana, seperti kompor, wajan dan serok untuk menggoreng (kalau bisa wajan yang besar agar bisa menampung banyak bahan yang digoreng), tempat plastik untuk meletakkan gorengan, alat penggiling jika diperlukan, serta tas plastik atau kresek. Sediakan pula cabai rawit, karena banyak yang beranggapan bahwa rasa gorengan tidak lengkap tanpa cabai rawit.

3. Peralatan Lain.

Untuk peralatan yang lain Anda bisa menambahkan meja atau kursi secukupnya untuk para pembeli yang mengantri.

Harga yang bisa Anda tawarkan antara Rp. 500,00 sampai Rp. 750,00 per gorengan, dengan keuntungan antara Rp. 50,00 hingga Rp. 100,00 per gorengannya. Kisaran keuntungan yang sebesar itu, dan gorengan yang terjual bisa mencapai ratusan buah maka dalam satu bulannya Anda bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Hal ini juga tergantung seberapa banyak Anda akan menjual gorengan per harinya.

Yang perlu diingat dalam usaha gorengan ini adalah dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan. Namun tidak usah khawatir, adapun beberapa solusinya antara lain:

1. Gantilah minyak yang Anda gunakan secara berkala. Apabila minyak yang digunakan sudah berwarna hitam atau keruh, maka gantilah dengan minyak yang baru. Hal ini bisa mencegah penimbunan kolesterol lebih banyak.
2. Biasanya ada beberapa penjual gorengan yang bertindak curang, dengan menambahkan plastik atau sedotan plastik pada saat menggoreng. Tindakan seperti ini mereka lakukan dengan tujuan agar gorengan tetap crispy. Anda bisa membuktikan sendiri dengan mempraktekkannya di rumah. Buat gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik dan gorengan yang tidak dicampur dengan sedotan plastik, lalu diamkan beberapa jam. Setelah itu Anda bisa melihat, gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik akan tetap terlihat crispy sementara yang lain akan terlihat melempem. Hal ini sebaiknya jangan Anda contoh, apabila Anda tidak ingin kehilangan pelanggan.
3. Dalam meniriskan gorengan, sebaiknya Anda menggunakan tisu dapur atau bahan penyerap lain yang dapat kontak dengan makanan (food grade). Hindari meniriskan gorengan dengan menggunakan kertas koran atau kertas lainnya yang bertinta, karena tinta mengandung timbal dan akan mudah menempel pada makanan berminyak.

Mengingat semakin banyaknya penjual gorengan maka disarankan agar Anda mencoba mencari inovasi-inovasi resep gorengan Anda agar tidak kalah saing. Dengan modal ratusan ribu rupiah pun Anda bisa memulai membuka usaha gorengan yang sederhana. Kini saatnya membuka peluang usaha dengan modal kecil, Anda pun sudah bisa memperoleh keuntungan besar yang menjanjikan.

Analisis Ekonomi :

Modal awal
Bahan baku (Tahu, tempe) Rp 100.000,00
Gerobak Rp 300.000,00
Peralatan Rp 200.000,00
Lain – lain Rp 25.000,00 +
-------------
Jumlah Rp 625.000,00

Biaya Operasional / hari
Pembelian bahan baku Rp 100.000,00
Gas Elpiji Rp 13.000,00
Lain – lain Rp 10.000,00+
-------------
Jumlah Rp 123.000,00

Pemasukan
Omset/ hari : 300 buah x @ Rp 500,00 = Rp 150.000,00
Laba bersih / hari Rp 27.000,00
Laba bersih / bulan
Rp 27.000,00 x 30 hari = Rp 810.000,00

Sumber gambar :http//ayacerita.files.wordpress.com/2009/06/gorengan-2.jpg dan http://dephe.files.wordpress.com/2008/01/tempemendoanvf1.jpg
http://bisnisukm.com

Senin, 16 Agustus 2010

Peluang Bisnis Pembesaran Lele dengan Kolam Terpal



Peluang bisnis pembesaran lele dengan kolam terpal merupakan ide bisnis yang cukup menarik untuk kita pelajari. Usah pembesaran lele kolam terpal dibedakan menjadi tiga macam, yaitu kolam terpal diatas permukaan tanah (tidak perlu mengggali tanah), kolam terpal dibawah permukaan tanah (menggali tanah), kolam beton yang dilapisi terpal.

Kolam terpal dipilih sebagai alternatif untuk peluang bisnis pembesaran lele karena memberikan banyak keuntungan. Usaha ini membutuhkan biaya yang relatif murah dan dinilai lebih praktis, dapat dibuat sendiri karena tidak serumit kolam permanen yang terbuat dari beton. Keuntungan lainnya dari kolam terpal ini yaitu kolam mudah dibongkar pasang, sehingga bisa dipindah tempat jika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Selain itu kondisi air kolam juga lebih terkontrol kebersihannya.

Proses pembesaran lele menggunakan kolam terpal tidak berbeda dengan kolam permanen.

Berikut langkah – langkah yang harus diperhatikan pada proses pembesaran, setelah kolam terpal telah selesai dibuat :

1. Pemilihan bibit

Lebih baik gunakan bibit lele yang sudah bisa mengkonsumsi pellet F999 (pellet butiran) biasanya bibit umur 2 minggu yang berukuran 7 cm sampai 9 cm, agar lebih mudah perawatannya. Karena bibit yang terlalu kecil, masih mudah mati bila dipindahkan ke lingkungan yang baru. Untuk kolam terpal ukuran 2×3 meter bisa dimasukan bibit lele sebanyak 1000 ekor dengan ketinggian air 30 cm.

2. Pemberian pakan

Pakan utama untuk pembesaran lele adalah pelet (makanan pabrik), untuk umur 2 minggu menggunakan pelet F 999, kemudian menggunakan 781-2 untuk umur setelah 2 minggu hingga 2 bulan, serta 781 untuk umur setelah dua bulan hingga siap panen sekitar umur 3 bulan. Selain pelet, pakan yang dapat digunakan untuk mengurangi pengeluaran yaitu pakan tambahan berupa keong emas yang direbus, dedak halus, ampas rumah tangga, maupun ikan yang telah dihancurkan. Pemberian makan dilakukan sehari 3 kali, untuk malam hari berikan pakan lebih banyak karena pada malam hari nafsu makan lele lebih besar.

3. Pengairan kolam terpal
Untuk pengairan kolam terpal pada awal proses, kolam diisi 30 cm air dan didiamkan selama 1 minggu sebelum dimasukan bibit lele. Penambahan air dilakukan dari mulai 30 cm hingga 80 cm, penambahan secara bertahap sebanyak 15 cm setiap bulannya. Sedangkan untuk pergantian air sampai umur dua bulan sebanyak 2 kali, namun jika sudah terlihat kotor bisa diganti airnya agar tidak menimbulkan penyakit pada lele. Pada saat pergantian air, lakukan penyortiran pula pada lele. Pisahkan lele yang pertumbuhannya lebih cepat, dengan lele yang masih kecil. Hal ini untuk menghindari penuhnya kolam karena sudah banyak yang lebih lebasr, dan menghindari kesempatan lele besar yang memakan lele kecil.

4. Pemanenan

Lele dapat dipanen setelah 3 bulan, biasanya lele yang diminati pasaran yaitu lele ukuran 5 sampai 10 ekor / kg atau sesuai dengan permintaan pasar. Pada kolam terpal, panen lele dapat dilakukan bersamaan dengan proses sortir.

5. Analisa Ekonomi

Dengan asumsi penggunaan 3 kolam terpal dengan ukuran 2 x 3 meter,
dan bibit lele 1000 ekor/kolam.

Modal Awal
3 buah terpal ukuran 2 x 3 meter (@ Rp 150.000,00 x 3) : Rp 450.000,00
Peralatan tiang kolam (bambu, kayu tiang, dan paku) : Rp 300.000,00
Selang air 20 meter : Rp 50.000,00
Ember /baskom besar 3 buah : Rp 30.000,00 +
Total Rp 830.000,00

Biaya Operasional
Bibit lele (@ Rp 350,00 x 3000 ekor) : Rp 1.050.000,00
Pakan : Rp 600.000,00
Biaya transport : Rp 100.000,00
Biaya lain – lain : Rp 50.000,00 +
Total : Rp 1.800.000,00

Omset
Penjualan hasil panen (Rp 11.000,00/kg x 300 kg) = Rp 3.300.000,00

Laba bersih
Rp 3.300.000,00 – Rp 1.800.000,00 = Rp 1.500.000,00

Info terkait :

- Cara sukses dengan budidaya lele

- Menangkap peluang bisnis ikan lele asap

- Kelezatan nugget ikan lele

- Peluang bisnis warung pecel lele

Sumber gambar : http://www.suarakomunitas.net/content/images/1233365738-m.jpg dan http://wongkebon.wordpress.com/
Bisnis ukm

Usaha Bubur Ayam


Mungkin bubur adalah makanan yang identik dengan orang sakit, anak kecil atau bayi dan lansia. Karena teksturnya yang lembut sehingga mudah dicerna, jadi tak perlu tenaga ekstra untuk mengunyahnya. Umumnya bubur adalah makanan yang terbuat dari bahan baku utama beras yang dimasak hingga lunak. Makanan bubur ayam ini biasa disajikan dalam mangkuk bersama suwiran daging ayam goreng, potongan cakue, dan kacang kedelai goreng. Pelengkapnya berupa taburan bawang goreng, irisan daun seledri kerupuk atau emping, kecap manis, kecap asin, dan sambal. Bubur ayam dapat dinikmati bersama sate hati, ampela dan usus. Kuliner ini, biasa dinikmati sebagai menu saat sarapan.

Agar bubur ayam yang Anda buat lezat, sebaiknya beras yang Anda gunakan harus pulen. Ayam yang digunakan harus segar. Sebelum ayam digoreng untuk suwiran, ayam terlebih dahulu direbus untuk diambil kaldunya. Bumbu kaldu ayam terdiri dari bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, serai dan garam. Untuk bisnis makanan ini, cara menjualnya dapat dengan cara berkeliling atau mangkal. Namun, sebaiknya berjualan dengan cara mangkal, karena akan lebih menghemat tenaga. Asalkan lokasinya strategis, penjualannya tidak kalah bahkan lebih baik dari yang berkeliling. Lakukan promosi dengan membuat spanduk tempat usaha, kualitas dan rasa bubur yang dijual merupakan faktor penting untuk berjalannya promosi dari mulut ke mulut.

Anda dapat mencontoh kesuksesan dalam cara bisnis bubur ayam Syarifah. Di Jogja, tepatnya di Jalan Sagan terdapat warung bubur ayam, yang bernama bubur ayam Syarifah. Sajian bubur ayam Syarifah ini, sebenarnya hampir sama dengan sajian bubur ayam yang lainnya. Namun, yang membedakan adalah rasa, penyajian dan pelayanannya. Usaha yang berdiri sejak tahun 2004 ini, tidak langsung sukses dalam menjalankannya. Firly Ferdiansyah mengawali usahanya berjualan dengan menggunakan gerobak, tenda dan mangkal di pinggir jalan dan dibantu 1 orang asistennya. Ternyata dari hari ke hari usahanya tersebut mendapat respon positif dari masyarakat yang telah mencoba bubur ayam buatannya tersebut. Dari hasilnya itu, akhirnya Firly dapat menyewa sebuah tempat di Sagan untuk berjualan dan menambah menu-menu hasil kreasinya sendiri. Begitu banyak penggemar bubur ayam Syarifah, sehingga Firly membuka cabang bisnisnya itu dibeberapa tempat. Kita dapat menjumpai bubur ayam Syarifahnya di Samirono, Jalan Kaliurang, Mangkubumi, dan Seturan yang buka mulai pukul 6 pagi hingga 11 siang. Berbeda dengan warung yang berada di Sagan, yang buka mulai pukul 6 pagi hingga 9 malam, di sini pun ada banyak berbagai menu special selain bubur ayam. Kunci sukses bubur ayamnya terletak pada rasanya yang khas dan pelayanannya yang baik terhadap konsumen. Lelaki 30 tahun ini pun sering membagikan kupon makan gratis pada pelanggannya. Itulah salah satu trik Firly dalam menarik konsumen.

Tip dan Trik

Pada umumnya bubur ayam dijual pada pagi hari sebagai menu sarapan. Namun, kini juga mulai bermunculan yang menjual bubur ayam saat sore hingga malam hari. Karena ternyata banyak juga orang yang memilih kuliner ini sebagai menu makan malamnya.

Analisis Ekonomi

Modal awal
Gerobak Rp 2.000.000,.
Tenda, kursi, meja Rp 1.500.000,.
Peralatan masak Rp 1.000.000,.
Sewa tempat masak Rp 5.000.000,.
Bahan baku awal Rp 500.000,.+
Jumlah Rp 10.000.000,.

Biaya operasional / bulan
Pembelian bahan baku
Beras (5 liter x Rp 6000/liter x 30 hari) Rp 900.000,.
Daging ayam (2kg x Rp 25.000/kg x 30 hari) Rp 1.500.000,.
Bumbu dan bahan pelengkap Rp 60.000 x 30 hari Rp 1.800.000,.
Gas elpiji 3kg @ Rp 13.500 x 20 tabung Rp 270.000,.
Kotak Styrofoam (50buah x 500/buah x 30 hari) Rp 750.000,.
Gaji karyawan Rp 800.000,.
Listrik dan Lain-lain Rp 200.000,.+
Jumlah Rp 6.220.000,.

Pemasukan
Omset / bulan
(70 porsi x Rp 5000 x 30 hari) Rp 10.500.000,.

Laba bersih / bulan
(Rp 10.500.000,. – Rp 6.220.000,.) Rp 4.280.000,.

BEP
(Rp 10.000.000,. : Rp 4.280.000,.) = < 3 bulan

Sumber gambar : tim bisnisUKM

Jumat, 13 Agustus 2010

PELUANG USAHA KECIL 2010 PALING PROSPEKTIF - Peluang Usaha


Peluang usaha kecil 2010 - Perekonomian 2010 akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan politik. Perjanjian ACFTA juga akan sangat berpengaruh kepada seberapa besar prospek dari setiap peluang usaha yang akan menjadi primadona dimasa datang. sebagian orang berpendapat ditengah ketidakmampuan pengusah lokal bersaing ACFTA akan menjadi bumerang yang menghancurkan produsen lokal, tetapi saya justru melihat bahwa akan banyak bermunculan peluang usaha baru pada tahun 2010 yang menandai kebangkitan pasar lokal, saratnya kreatif memanfaatkan kesempatan yang ada.


Terkait dengan ACFTA atau pasar bebas ASEAN dan Cina yang telah dimulai per1 Januari 2010, kapabilitas produsen lokal seringkali dipertanyakan kesaiapanya menghadapi persaingan dengan produk produk ASEAN dan Cina. Beberapa kelemahan mendasar yang menjadikan produk lokal tidak bisa bersaing dengan produk Cina adalah tingganya production cost yang justru disebabkan oleh pungutan ilegal dan tentu juga pajak. Pada tahun 2008 saja Bisnis Indonesia melansir pengutan liar untuk industri manufaktur senilai USD 180 Juta, sebuah angka yang fantastis, fenomena lempar uang kepada oknum petugas Dina s Perhubungan juga jamak ditemui belum lagi premanisme. Pungutan resmi tetapi tidak berpihak kepada pengusah seperti pajak ganda yang diakibatkan ketidak singkronan perundang undangan pusat dan daerah juga semakin meningkatkan cost produksi lokal belum lagi ditambah dengan cost keruwetan birokrasi dengan berbagai model uang pelicin yang disinyalir mencapai US$ 400 pertahun menjadikan pertumbuhan produkse dalam negri sangat kecil, fenomena yang berbeda terjadi di Cina, keseriusan pemerintah cina memberatnas korupsi dengan memberlakukan hukuman mati sangat berpengaruh mengurangi berbagai macam penyelewengan termasuk pungli.

Disisi lain tenaga kerja murah bisa dengan mudah diperoleh di Cina, pertumbuhan ekonomi Cina yang luar biasa dengan tingkat konsumsi produk dalam negeri yang sangat tingga menjadikan harga kebutuhan bahan pokok selalu stabil, wajar jika kemudian tenaga kerja murah mudah diperoleh di Cina. terakhir adalah kebijakan insentif ekspor dari pemerintah cina menyebabkan tingkat ekspor negeri Tirai Bambu itu melesat dasyat, hasilnya berbagai macam produk murah Cina menyerbu Indonesia, Tidak demikian dengan negara kita pembebanan pajak ekspor dan useless cost membuat pengusaha kita mabuk.

Pada posting kali ini saya akan sedikit mengulas tentang beberapa ide bisnis paling prospektif versi saya pada tahun 2010. Ketertarikan masyarakat indonesia terhadap kewirausahaan sebenernya sudah cukup bagus, saya mencoba melaukan sebuah riset kecil terhadap keyword yang sering dicari pengguna internet terkait bisnis dan hasilnya anda bisa lihat di daftar berikut ini

peluang usaha baru
peluang usaha bisnis
peluang usaha sampingan
situs peluang usaha
mencari peluang usaha
cari peluang usaha
artikel peluang usaha
peluang usaha online
peluang usaha mlm
peluang usaha warnet
membuka peluang usaha
peluang usaha warung
proposal peluang usaha
prospek peluang usaha
peluang usaha restoran
peluang usaha koperasi
membuat peluang usaha
peluang usaha investasi
peluang usaha jasa
peluang usaha kerja
peluang usaha sendiri
kiat peluang usaha
peluang usaha menengah
peluang usaha kerjasama
peluang usaha properti
peluang tahu bulat
jenis peluang usaha
cara peluang usaha
peluang usaha terbaru
peluang usaha sukses
peluang usaha komputer
contoh peluang usaha
peluang usaha makanan
peluang usaha waralaba
tentang peluang usaha
peluang usaha franchise
majalah peluang usaha
peluang modal usaha
peluang untuk usaha
peluang tahu bulat
peluang membuka usaha
peluang dan usaha jasa pajak
peluang bisnis usaha
peluang kerjasama usaha
tabloid peluang usaha
peluang usaha internet
info peluang usaha
peluang usaha modal
peluang usaha menguntungkan
peluang usaha ritel
peluang usaha mandiri
peluang usaha rumah makan
peluang tahu bulat
peluang usaha rumahan
peluang usaha percetakan
informasi peluang usaha
makalah peluang usaha
peluang usaha ukm
pengertian peluang usaha
buku peluang usaha
peluang usaha modal kecil
peluang usaha tanpa modal
peluang usaha dengan modal kecil
peluang usaha kecil menengah
peluang dunia usaha
peluang mitra usaha
peluang wira usaha
usaha peluang
iklan peluang usaha
peluang usaha di rumah
peluang usaha pulsa
peluang usaha dirumah
peluang usaha sembako
peluang usaha kursus
peluang usaha reseller
milis peluang usaha
peluang usaha it
peluang usaha photo
website peluang usaha
100 peluang usaha
media peluang usaha
peluang usaha software
peluang usaha es
peluang tahu bulat
peluang usaha digital
peluang usaha software akunting
peluang usaha retail
peluang usaha ps
peluang usaha counter

Dari hasil survey keyword diatas sebenernya sudah sedikit memberikan gambaran tentang bisnis apa yang menjadi fokus cukup banyak. baik kita akan bahas secara singkat bisnis apa yang patut kita coba di tahun 2010

Peluang usaha makanan dan minuman

Usaha makanan akan tetap menjadi primadona di tahun 2010, eskalasi kesibukan yang terus meningkat membuat kebutuhan makanan terutam yang berkonsep cepat saji akan terus berkebang. Selain itu minuman juga tidak kalah prospek, kenaikan suhu udara akibat pemanasan global akan menjadikan tingkat konsumsi air meningkat.

Peluang usaha rumahan modal kecil dengan bisnis online
Yang satu ini menjadi fokus saya, alasamya simple penetrasi pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat apalagi didukung harag akses yang semakin murah menjadikan pasar bisnis online terus meningkat. Diprediksi pada tahun 2010 akan terjadi peningkatan belanja iklan online. Bisnis onle tidak melulu bermain ppc, paid review, jual link atau afiliasi anda juga bisa menggunakn media online untuk membuat toko online, solusi murah hasil melimpah

Peluang usaha agroindustri
Masih ingat istilah back to nature? kesadaran akan pentingnya kesehatan dengan mengkonsumsi produk agro yang nirkimia menjadi prospek tersendiri. Saya sendiri sangat tertarik dengan usaha jamur

Peluang usaha ritel
Penetrasi ritel akan semakin meningkat pada tahun 2010, fenomena ini akan terjadi mengigta tingkat konsumsi kebutuhan daily need masyarakat indonesia semakin meningkat, memang pemain2 besar banyak yang bersaing tetapi bukan berarti kita tidak bisa ikut menikmati lezatnya bisnis ritel. Kita bisa mengabil segmen ritel yang gak bisa diambil oleh peritel besar seperti agen aqua dan gas keliling dengan konsep modern.Sebuah survey dari Nielsen menyebutkan bahwa penetrasi gerai ritel modern bisnis makanan di Indonesia sebanyak 52 unit untuk satu juta penduduk tempat teratas di duduki Korea Selatan dengan penetrasi 504 unit untuk satu juta penduduk. Negeri Tiongkok masih berada satu tingkat di atas Indonesia dengan penetrasi gerai sebanyak 74 unit untuk satu juta penduduk.

Peluang usaha toko produk tradisional
Khusus untuk segmen ini saya memilih batik sebagai andalan. Pengakuan Dunia bahwa batik adalah produk asli indonesia menyebabkan tingkat penggunaan baju berbahan batik meningkat. Ketertarikan konsemen modern kepada hal2 yang berbau tradisi juga memberikan pasar yang besar

Ada beberapa peluang bisnis lain yang kita bisa coba diantaranya peluang bisnis yang terkait dengan teknologi inovasi dari yang paling sederhana sampai yang canggih seperti usaha pengaman gas atau kemasan sampai pada internet, hp dll, ada yang ingin menambahkan?Selamat dan mari menjadi pengusah indonesia


Sumber: PELUANG USAHA KECIL 2010 PALING PROSPEKTIF - Peluang Usaha

Sumber :www.gusbud.web.id