Kamis, 19 Agustus 2010

Tempe Mendoan Rasa Lezat, Rezekinya Nikmat


Siapa yang belum pernah makan tempe? sebagian masyarakat Indonesia baik itu dari kalangan atas sampai dengan kalangan bawah pasti pernah merasakan nikmatnya makan tempe. Iya…tempe merupakan makanan paling popular di Indonesia. Selain memiliki kandungan protein nabati yang tinggi, harga makanan yang satu ini juga relatif terjangkau oleh sebagain besar masyarakat kita. Tempe sendiri bisa dibuat variasi makanan olahan yang pastinya juga banyak digemari. Salah satu olahan tempe yang banyak dikenal adalah mendoan.

Tempe mendoan selama ini identik dengan makanan khas daerah Banyumasan. Namun, saat ini bisa dibilang mendoan menjadi salah satu makanan rakyat yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Tempe mendoan ini bisa menjadi camilan bahkan menjadi lauk yang lezat pendamping nasi putih yang setiap hari kita makan. Menyantap tempe mendoan sebaiknya ketika tempe tersebut masih hangat. Sehingga, panganan ini jangan disimpan terlalu lama setelah selesai digoreng. Dan kebanyakan para penjual tempe mendoan itu baru menggoreng jika ada yang memesan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita membuka usaha ini antara lain, ketika menggoreng sebaiknya kita menggunakan minyak yang cukup banyak sehingga seluruh tempe dapat tercelup. Jika tidak, maka tempe mendoan tersebut kemungkinan akan lengket di wajan dan susah untuk diangkat. Selain itu, minyak goreng juga tidak digunakan berulang-ulang, dan ketika minyak sudah terlihat menghitam harus segera diganti karena akan mempengaruhi warna tempe dan berbahaya bagi kesehatan kita.

Lokasi berjualan tempe mendoan ini yang potensial adalah di tempat berkumpulnya banyak orang, seperti di pasar, dekat sekolah-sekolah, kampus, dan tempat strategis lainnya. Perlengkapan yang diperlukan untuk memulai usaha ini antara lain kompor, wajan, saringan minyak, sodet, capit makanan, dan baskom sebagai tempat adonan. Selain itu, juga diperlukan perlatan makan dan minum. Meja dan kursi sederhana juga perlu dipersiapkan untuk mereka yang makan ditempat. Dan penyajian yang unik seperti menggunakan daun pisang juga perlu dipertimbangkan agar makin memberikan warna pada makanan khas tersebut.

Resiko yang paling mungkin dan sering dijumpai para penjual makanan ini adalah kenaikan harga bahan baku yang semakin tinggi. Karena kenaikan harga bahan baku tersebut juga secara otomatis akan menaikkan harga jual yang pastinya juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat kebanyakan.

Resep Pembuatan Tempe Mendoan

Bahan-bahan:

* 100 gram tepung beras
* 1 sendok makan tepung terigu
* 2 batang daun bawang, iris halus
* 125 ml air
* 300 gram tempe, irir lebar tipis 10 x 15 cm
* minyak sayur secukupnya

Bumbu Tempe Mendoan :

* 2 siung bawang putih
* 1 butir bawang merah
* 1 sendok teh ketumbar
* 2 sendok teh garam

Cara membuat Tempe Mendoan :

1. Haluskan Bumbu Tempe Mendoan.
2. Aduk tepung dengan bumbu yang dihaluskan, daun bawang dan air hingga rata.
3. Celupkan tiap potong tempe dalam adonan tepung. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung matang, tetapi tidak sampai kering. Angkat, tiriskan.
4. Sajikan.

Analisa ekonominya:

Asumsi

Masa pakai tenda, meja, dan kursi 3 tahun
Masa pakai perlatan masak 2 tahun
Masa pakai perlatan makan, minum, dan kompor 2 tahun
Masa pakai wajan 4 tahun

a. Biaya investasi

Tenda, meja, dan kursi Rp. 4.500.000
Peralatan masak Rp. 300.000
Wajan ukuran besar Rp. 150.000
Spanduk Rp. 150.000
Peralatan makan dan minum Rp. 150.000
Peralatan lain-lain Rp. 300.000
Total investasi Rp. 5.500.000

b. Biaya operasional per bulan

1. Biaya tetap
Penyusutan tenda, meja, kursi 1/36 x Rp.4.500.000 Rp. 125.000
Penyusutan Peralatan masak 1/24 x Rp. 300.000 Rp. 12.500
Penyusutan wajan 1/48 x Rp. 150.000 Rp. 3.100
Penyusutan peralatan makan 1/24 xRp. 150.000 Rp. 6.250
Penyusutan peralatan lain-lain 1/24 x Rp. 300.000 Rp. 12.500
Masa pakai spanduk 1/24 x Rp. 150.000 Rp. 6.250
Upah karyawan 1 orang Rp. 900.000
Sewa tempat Rp. 700.000
Total biaya tetap Rp. 1.765.600

2. Biaya variabel

Tempe khusus mendoan (50 ikat*
x Rp.2.500/ikat x 30 hari) Rp. 3.750.000
Tepung terigu (8 kg x Rp.9.000/bal x 30 hari) Rp. 2.160.000
Bawang daun (1 kg x Rp. 9.000/kg x 30 hari) Rp. 270.000
Bumbu mendoan (10 bungkus x Rp.1.500 x 30 hari) Rp. 450.000
Penyedap rasa dan garam ( Rp.2.000 x 30 hari) Rp. 60.000
Kecap botolan (12 botol/bulan x Rp.5.000/botol) Rp. 60.000
Cabai rawit (1 kg x Rp.22.000/kg x 30 hari) Rp. 660.000
Minyak goreng (8 kg x Rp.9.000/kg x 30 hari) Rp. 2.160.000
Gas ( 2 tabung x Rp.13.000/tabung x 30 hari) Rp. 780.000
Perlengkapan lain Rp. 100.000
Listrik Rp. 70.000
Transportasi Rp. 300.000
Kebersihan dan keamanan Rp. 50.000
Total biaya variable Rp.10.870.000
Total biaya operasional Rp.12.635.600

c. Penerimaan per bulan

Penjualan tempe mendoan 500 buah x Rp. 1000/buah x 30 hari Rp. 15.000.000

d. Keuntungan per bulan
Keuntungan = Total penerimaan-total biaya operasional
= Rp. 15.000.000-Rp. 12.8635.600
= Rp. 2.364.400

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional
= Rp.15.000.000 : Rp.12.635.600
= 1,2

f. Pay Back Period
Pay back period = (Total biaya investasi:keuntungan x 1 bulan)
= (Rp. 5.550.000 : Rp. 2.364.400) x 1 bulan
= 2,3 bulan

Untuk variasi usaha, bisa dijual juga tahu bulat.

Diolah dari berbagai sumber dan buku “40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia”

Sumber gambar: http://resibismo.files.wordpress.com/2007/12/mendoan-kering.jpg
www.bisnisukm.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar