Selasa, 01 Desember 2009

Menghias Dinding Dengan Aneka Pigura


Pigura merupakan hiasan dinding yang biasanya berisi gambar, pajangan, hingga foto keluarga. Dengan memasang pigura beserta pajangan yang ada di dalamnya, maka keindahan dinding dan perabot interior yang ada akan semakin terlihat indah. Namun, agar keindahannya maskimal dan menyatu dengan penataan ruang, pemasangan pigura juga tidak cuma asal pasang. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya ketika Anda akan memasang pigura di kamar tamu, maka gambar yang dipilih yang tidak terlalu ramai dengan ukuran sedang (paling besar 1×1 meter atau tergantung besar ruangan). Hal tersebut dilakukan karena ruang tamu termasuk ruang formal. Kemudian hindari juga meletakkan pigura yang terlalu besar dibanding ukuran ruangan, karena hal tersebut akan ‘memberatkan’ suasana ruang.

Pigura sendiri ada beraneka macam jenisnya, diantaranya yaitu figura poster dan figura bingkai, dengan berbagai ukuran. Figura poster memiliki desain bingkai yang sederhana dan permukaan gambar hanya ditutup palstik dengan sistem pres. Sedangkan untuk figura bingkai memiliki desain bingkai yang variatif dan permukaan gambar ditutup kaca, kecuali lukisan tanpa ditutup kaca supaya menjaga kelembaban cat lukisnya.

Untuk proses pembuatan pigura sendiri prosesnya sebagai berikut:
awalnya adalah mengukur dan menghitung kebutuhan bahan baku kayu bingkai sesuai ukuran gambar yang akan dipasang.
Setelah kayu bingki diukur, kemudian dipotong. Potongan-potongn tersebut disatukan dengan cara dipaku.
Kemudian dilakukan proses pendempulan dan dikeringkan.
Setelah dempul kering, dilakukan pengamplasan yang disesuaikan dengan profil dari kayu bingki tersebut. Apabila kayu bingkai cukup sederhana, pengamplasan bisa dilakukan dengan cepat. Tetapi apabila kayu bingki mempunyai profil yang cukup rumit, maka pengamplasan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Setelah diamplas, kayu bingkai tersebut dilapisi serlak untuk menutupi pori-pori kayu sehingga permukaan kayu lebih halus.
Kemudian dilakukan pengamplasan lagi supaya permukaan lebih rapi.
Setelah itu baru dilakukan pengecatan.
Setelah cat kering, dilakukan pemasangan gambar.

Sementara untuk harga jual produk berada pada kisaran harga 40.000/ buah hingga 200 ribu/ meternya. Kendala saat menjalankan usaha ini terutama pada proses produksi yaitu saat pengecatan. Pada saat pengeringan, saat musim hujan sulit kering dan apabila bisa kering maka warna sering berubah tidaj sesuai yang diharapkan. Misal, warna gelap menjadi doff. Sedangkan apabila proses pengeringan terlalu panas maka cat bisa pecah-pecah. Selain itu, harga bahan baku setiap bulannya juga selalu naik.

Simulasi Keuntungan Usaha Pigura

Bahan Baku

Kayu Pinus : 60 batang x Rp. 2.000,00 = Rp. 120.000,00

Triplek : 240 lembar x Rp.40.000,00 = Rp. 9.600.000,00

Lem Kayu : 1 kg x Rp. 25.000,00 = Rp. 25.000,00

Kayu Damar : 100 batang x Rp. 35.000,00 = Rp. 3.500.000,00

Kaca : 120 lembar x Rp. 100.000,00 = Rp. 12.000.000,00

Lem Bingkai : 2 kg x Rp. 20.000,00 = Rp. 40.000,00

Total Bahan Baku = Rp. 25.285.000,00

Tenaga Kerja

Karyawan : 5 orang x Rp. 800.000,00 = Rp. 4.000.000,00

Total Pengeluaran : Rp. 25.285.000,00 + Rp. 4.000.000,00 = Rp. 29.285.000,00

Pendapatan

Penjualan pigura poster : 150 buah x Rp. 40.000,00 = Rp. 6.000.000,00

Penjualan Pigura Bingkai : 70 buah x Rp. 400.000,00 = Rp. 28.000.000,00

Total Pendapatan = Rp. 34.000.000,00

Keuntungan : Rp. 34.000.000,00 – Rp. 29.285.000,00 = Rp. 4.715.000,00/bulan



Diolah dari berbagai sumber : Bisnis UKM

Analisa ekonomi HD FIGURA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar