Kamis, 10 Maret 2011

Acep tergiur bisnis aksesoris sepeda motor


Perubahan hidup drastis pernah dialami Acep Hollyludin. Profesinya sebagai broker komoditas berjangka yang kesehariannya menuntut penampilan yang keren (berjas rapi) dalam sekejap harus berubah. Untuk menyambung hidup ia bahkan harus memanggul dagangan pakaian yang ia jajakan di kaki lima. Penghasilannya pun tak seberapa, Tetapi dengan tekun ia jalani. Sekarang, dalam kurun waktu 10 tahun, hidupnya sudah berubah. Kini ia memiliki 13 gerai penjualan aksesoris sepeda motor plus sebuah restoran. Apa yang ia lakukan?

Awal tahun 1990-an Acep hijrah ke Jakarta dari Bandung yang kemudian bekerja di sebuah restoran fast food. Tahun 1996 ia pindah haluan dan memutuskan menjadi broker perusahaan future trading (bursa komoditas) karena tergoda penghasilan lebih tinggi. Dari sini penghasilannya meningkat. Ia bahkan bisa mengelola investasi sendiri. Tentu saja penghidupannya juga meningkat. Selain bekerja lebih baik penampilan kesehariannya juga keren, berjas dan berdasi.

Namun hidup enak itu tak berlangsung lama. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia merontokkan semuanya. Tidak hanya bangkrut, lebih dari itu, ia juga dituntut oleh para nasabahnya. Harta Acep pun ludes untuk memenuhi tuntutan. Padahal saat itu ia baru menikah. DI tengah kegamangan memikirkan hidup, seorang temannya mengajak berjualan pakaian di kaki lima. Pakaian beli di Tanah Abang lalu dijual di Monas atau Masjid Istiqlal. Lumayan ia dapat penghasilan. Pada bulan keempat ia sudah punya tabungan Rp 700 ribu. Ia beli Vespa tua untuk meningkatkan mobilitasnya.

Dalam perjalanan keliling-keliling Jakarta suatu ketika ia menemukan ide bahwa berjualan aksesori sepeda motor merupakan bisnis yang menjanjikan. Dengan modal sekitar Rp 750.000 dari hasil jualan pakaiannya ia pun beralih profesi dan mencoba bisnis aksesori sepeda motor. Seperti juga bisnis pakaiannya, jualan aksesoris sepeda motor pun ia lakukan di kaki lima. Cuma untuk mengantisipasi penertiban, ia gunakan gerobak sebagai tempat berjualan biar mudah membawa dagangan. Sejak saat itulah Acep berbisnis aksesoris sepeda motor. Sekarang bisnis aksesoris sepeda motor Acep sudah berkembang menjadi 13 outlet dengan mempekerjakan 37 orang dengan home base di Palmerah, Jakarta Selatan dengan gerai bernama KST Art Bikers. Ini belum ditambah satu restoran. (Den Setiawan, den.setiawan@yahoo.co.idAlamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . KIsah para pengusaha aksesoris sepeda motor lainnya dan tips berbisnis aksesoris sepeda motor ada di buku Seri Peluang Usaha: Otomotif)

Sumber ; www.majalahduit.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar