Selasa, 15 September 2009

Nikmati Sensasi Hangatnya Jahe Wangi Instan


Jahe (Zingiber officinale rosc.) merupakan salah satu komoditas yang cukup tinggi produksinya di Indonesia, khususnya di propinsi Jawa Tengah. Masyarakat Indonesia umumnya telah mengenal dan memanfaatkan jahe dalam kehidupan sehari-hari untuk berbagai kepentingan, seperti bahan campuran bahan makanan, minuman, kosmetik, parfum dan lain-lain. Dalam perdagangan, jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan lain jahe seperti: minyak astiri dan oleoresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

Di Indonesia sendiri ada berbagai macam jenis jahe, menurut Prayitno (2002), berdasarkan warna, bentuk, besarnya rimpang, aroma jahe dikategorikan menjadi tiga jenis yaitu jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah. Jahe gajah memiliki ukuran terbesar dibanding dua jenis jahe lain. Jahe tersebut berwarna kuning atau kuning muda, sedangkan aromanya kurang tajam dan rasanya kurang pedas.

Warna jahe emprit cenderung putih sedangkan ukurannya lebih kecil dibanding jahe gajah tetapi lebih besar dibanding jahe merah. Jahe emprit memiliki bentuk pipih dengan aroma yang tidak tajam. Jenis terakhir adalah jahe merah (sunti), jahe ini berwarna merah muda, aromanya tajam, dan rasanya pedas. Jahe merah memiliki ukuran yang paling kecil dibanding dua jenis jahe lain.

Jahe termasuk familia Zingiberaceae yang memiliki bau aromatik, rasa pedas, menyegarkan dan memberi efek hangat. Di balik rasanya yang pedas, jahe mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Memasuki musim penghujan tepat rasanya apabila kita mengolah jahe menjadi minuman penghangat tubuh seperti jahe instan. Selain untuk konsumsi sendiri anda juga dapat memanfaatkannya untuk diperdagangkan. Salah satu teknologi alternatif yang sederhana dan murah yang dapat menghasilkan produk serbuk instan adalah teknologi kristalisasi. Teknologi ini didasarkan pada pemanfaatan sifat gula pasir (sukrosa) yang dapat kembali membentuk kristal setelah dicairkan.

Pembuatan serbuk instan dengan metode kristalisasi hanya membutuhkan bahan dan peralatan yang sederhana, seperti gula pasir, air bersih, rimpang jahe, rempah rempah, cengkeh, sereh dan daun pandan, blender, kain kasa, takaran, timbangan, wajan, kompor dan pengaduk. Secara umum, mekanismenya adalah sebagai berikut : sukrosa dipanaskan akan mencair dan bercampur dengan bahan lainnya, ketika air menguap akan terbentuk kembali menjadi butiran-butiran padat. Teknologi kristalisasi ini merupakan teknologi tepat guna yang cocok diterapkan di industri kecil dan menengah (UKM) yang memiliki modal yang terbatas.

Sumber: Bisnis UKM


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar