Rabu, 28 Maret 2012

Usaha Disekitar Gedung-Gedung Tinggi




HRB, high rise building, gedung berlantai banyak, tinggi, pencakar langit.
Biasanya buat perkantoran, mall, apartemen. Di sana berkumpul banyak orang, penghuni, pegawai kantor, pengunjung, tamu, pekerja lepas, dan sebagainya. Beruntunglah kalau lokasi tempat tinggal Anda berada dekat area HRB, di sekitar HRB, karena banyak peluang terbuka bisa dijajagi untuk memulai wirausaha, membuka usaha mandiri. Apa saja? Banyak sekali tuh :
1. Usaha kost-kostan, buat pegawai yang bekerja di kantor atau mall di HRB tersebut.
2. Penginapan, bisa model harian, mingguan, atau bulanan, dengan tarif bersaing dibanding penginapan berkelas hotel. Ini bisa jadi alternatif menarik buat mereka yang menginap secara temporary, tidak dalam jangka waktu lama. Misal saja dia cuma sedang mengunjungi rekannya, sedang ada pelatihan/training, urusan bisnis sebentar, dll.
3. Usaha laundry/cuci setrika pakaian. Banyak orang, waktu bebas mereka terbatas karena kesibukan, kebutuhan mencuci adalah penting, usaha cuci pakaian jelas dibutuhkan.
4. Usaha bidang makanan, warung kopi, warung tegal, rumah makan, semacam itu. Ada cerita, bagaimana seorang bapak muda dengan seorang istri, dan dua orang anak masih usia sekolah dasar, menolak tawaran temannya untuk kerja kantoran, dengan gaji di kisaran 2-3 jutaan. Karena apa? Karena tempat tinggal si bapak berada di sekitar kawasan yang banyak HRB nya. Dia lebih memilih bisnis jualan es jus (juice) saja. Menurutnya, dalam sehari dia bisa menjual 100-200 an gelas, dengan harga per gelas Rp 4000. Coba hitung saja sendiri omzet nya dalam sebulan :) Disamping itu si bapak juga masih punya usaha lain, kost-kostan, dan berjualan gas LPG.
5. Jualan pulsa, warung kelontong, es batu, tukang jahit, warnet, rental komputer.
6. Parkir sepeda motor. Di kota besar, apalagi di kawasan2 pusat perkantoran, semakin susah mencari lahan kosong untuk parkir. Anda bisa memfungsikan lahan milik Anda untuk usaha parkir motor, penitipan sepea motor, baik model harian ataupun bulanan. Model bulanan cocok buat penghuni-penghuni kost yang mengalami kesulitan menaruh motor mereka di tempat kost mereka sendiri yang tidak punya garasi.
7. dan lain-lain :) gali saja sendiri coba, peluang2nya. Bisa dengan cara mengamati usaha orang lain yang telah berjalan sukses.

hehehe, semoga bermanfaat. salam :)

Labels: usaha di sekitar HRB

Sumber : Wira Usaha

Cara Membuat Sabun Cuci Piring


Sabun cair ini merupakan produk yang strategis, karena saat ini masyarakat modern suka prodak yang praktis dan ekonomis. Untuk mengawali bikin sabun cair cukup mudah dengan mengetahui sifat dan fungsi masing-masing bahan sabun cair dan cukup dengan modal awal 100.000 rupiah bisa menghasilkan lebih dari 30 liter sabun cair kwalitas baik. Untuk pembelian bahan-bahan kimia yang tertera dibawah ini dapat di beli toko-toko kimia terdekat.

Pada umumnya sabun cair mengandung bahan-bahan sebagai berikut:

Texapon 10%
Sodium sulfat secukupnya
Camperlan secukupnya
Asam sitrid 1%
EDTA 0,1%
Parfum secukupnya
Propilin glikol secukupnya
Pewarna secukupnya
Air

Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayu

Cara membuat:

Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih
(1) + masukkan air sedikit demi sedikit sampai 50% nya
(2) + masukkan camperlan aduk rata
(3) + sisa (20-30)% air dimasukkan sedikit demi sedikit
(4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit hingga terlihat mengental
(5) + pewarna secukupnya aduk rata
(6) + parfum secukupnya
Siap dikemas

Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )

Analisis Bahan
Texapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembung-gelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair.

Biaya Operasional
Untuk memasarkan suatu produk ke masyarakat harus diperhitungkan biaya produksinya untuk mengetahui keuntungan suatu produk dalam setiap kemasan atau liternya. Biaya operasional untuk sekali produksi di antaranya meliputi:

Biaya bahan per liter atau per kemasan dgn rumus = total biaya pembelian bahan di bagi jumlah berapa liter atau kemasan yang dihasilkan.
Biaya kerja per liter atau per kemasan.
Bila dalam bentuk kemasan dihitung biaya kemasan dan stikernya.
Biaya penyusutan alat artinya peralatan yang digunakan akan di ganti berapa lama untuk membeli peralatan baru
Biaya promosinya
Biaya transportasi

Dari komponen-komponen biaya operasional dijumlahkan kemudian ditambah laba setiap kemasan atau liternya, sehingga kita akan mengetahui berapa keuntungan dalam setiap kemasan atau liternya.

Kiat-kiat pemasaran

Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu usaha baik dalam bentuk produk maupun jasa. Sebaik apapun suatu produk jika pemasarannya mlempem akan tidak berkembang. Ada beberapa jurus yang dapat kita gunakan:

Percaya dan bangga terhadap produk yang kita pasarkan.
Paham dan mengerti tentang produk tersebut.
Buat kartu nama, kop surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik http://www.blogger.com/img/blank.gifdan mencerminkan citra profesional.
Tampilkan kesan pertama yang baik.
Biasakan membawa kartu nama dan brosur perusahaan kemanapun anda pergi, unthttp://www.blogger.com/img/blank.gifuk di perlukan sewaktu-waktu.
Pelajari karakter konsumen yang akan menjadi target pasar produk.
Buat jaringan kerja atau network dimanapun, untuk menambah panjang relasi anda.
Sabar, disiplin da konsisten.

Demikian artikel Cara Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring disampaikan oleh runtah.com semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian, TERIMA KASIH

sumber: http://kimiadahsyat.blogspot.com/
runtah

Info lain tentang Sabun mandi, sampo mobil, sabun detergen dan cara bisnisnya bisa klik di sabun cair.

Kamis, 22 Maret 2012

Usaha Kripik Bayam


Bingung menentukan usaha apa yang akan dilakukan? Usaha Keripik bayam barangkali sesuai dengan kebutuhan anda. Bisnis keripik bayam menjadi alternatif bisnis bagi anda karena cukup mudah diakukan. Selain itu menekunis bisnis keripik bayam tidak memerlukan modal usaha yang besar. Cukup dengan modal yang kecil sudah bisa menjalankan usaha ini. Keripik bayam merupakan makanan camilan alternatif dari sekian banyak makanan camilan. Meski sebagai makanan camilan, keripik bayam mengandung gizi yang cukup besar, karena bayam sendiri dikenal memiliki gizi yang tinggi.

Peluang usaha bisnis keripik bayam cukup terbuka, mengingat minat masyarakat akan makanan ini cukup besar. Disamping itu bahan baku bayam cukup banyak tersedia di sekitar kita. Dapat diperoleh dengan mudah dan harganya murah.
Analisa Usaha Sederhana Keripik Bayam

Untuk memulai usaha keripik bayam ini berikut analisa bisnis secara sederhana saja. Untuk kapasitas produksi yang lebih besar tinggal menyesuaikan saja. Misalnya saja Modal Anda adalah sebesar : Rp.20.000, maka yang bisa dilakukan untuk bisnis keripik bayam ini adalah sebagai berikut :

A. Pengeluaran Untuk Usaha Keripik Bayam

Membeli 4 ikat bayam : Rp.2000

Tepung kanji : Rp 2000

Minyak goreng kecil : Rp. 6.000

Bumbu-bumbu penyedap (bawang putih,ketumbar, kemiri, kunyit,dan bumbu penyedap) : Rp.3.000

Plastik kecil untuk membungkus : Rp.5.000 (isi 100)

Total Pengeluaran : Rp.18.000

B. Pemasukan dari Usaha Keripik Bayam
Sekarang mari mengalkulasikan biayanya :

Jika dalam seikat bayam Anda mampu membuat 3 bungkus bayam yang di dalam bungkus tersebut terdapat 10 lembar daun bayam yang dihargai Rp, 3.000

Maka untuk 4 ikat bayam Anda dapat membuat 12 bungkus bayam, maka omset yang Anda peroleh adalah Rp.36.000, Anda akan mendapat untung Rp.16.000.
Pemasaran Usaha Keripik Bayamhttp://www.blogger.com/img/blank.gif

Pemasaran usaha keripik bayam cukup mudah dan sederhana. Sebagai makanan camilan keripik bayam dapat dipasarkan melalui warung-warung di sekitar anda dengan model konsinyasi(titip jual). Jika kualitas keripik bayam sudah bagus dan konsisten dalam hal mutu, serta sudah memiliki label dari dinkes anda dapat memasarkan keripik bayam di supermarket. Untuk memasarkan di pasar modern seperti supermarket memang memerlukan cara-cara tersendiri.(Galeriukm).

Sumber: galeri ukm

http://www.ukmptk.com/~artikel/bisnis/resep-keripik-bayam-buat-yang-mau-berbisnis-tanpa-modal-besar?page=0%2C0%2C4

Usaha Kripik Ceker


Dewasa ini telah banyak dimanfaatkan hasil-hasil samping (By Produk) dari produksi ternak menjadi produksi yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, misalnya saja bulu unggas yang kemudian diolah menjadi bola bulu tangkis atau “Kok”, atau bahan untuk membuat lukisan, kulit ternak dibuat tas, sepatu dan bahan-bahan asesoris lainnya, usus ayam dibuat kripik usus b ahkan cekernya juga dibuat kripik yang cita rasanya tidak kalah dengan rambak kulit sapi atau yang lainnya.
Kesemuanya ini membuktikan bahwa masyarakat kita telah mampu meningkatkan nilai tambah dari “By Produk” hasil pembudidayaan hasil ternak untuk menambah penghasilan yang lebih baik.
“Ceker ayam” yang merupakan hasil samping dari rumah potong ayam atau pengusaha ayam potong yang dijual dalam bentuk sudah disembelih dan dibersihkan bulunya selama ini praktis hanya digunakan untuk masak sup atau direbus untuk diambil kuahnya atau kaldunya saja. Padahal cakar ayam dapat didayagunakan untuk mendapatkan nilai ekonomis yang lebih tinggi.
Jenis makanan yang berasal dari hasil samping budi daya ayam termasuk kripik ayam ini mulai banyak diproduksi di daerah-daerah yang banyak menghasilkan ayam broiler misalnya di Jawa Timur; Kabupaten Sidoarjo, Jombang, Mojokerto. Untuk Kabupaten Sidoarjo budi daya ini dilakukan oleh masyarakat wilayah Kecamatan Krian sudah ada pedagangnya, dan memasok ceker ayam terbatas di daerah kota besar Surabaya. Harganya pun cukup mengundang minat bagi yang ingin memproduksinya untuk dijadikan kripik ceker ayam yaitu anatara Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kilogramnya.
Ukuran kulit ceker (kaki) ayam potong ini panjangnya 11 cm dangan lebar 4cm dan tebal kulit 0,8 mm, sedangkan kandungan gizinya adalah kadar air 65,90%, kadar protein 22,98%, kadar lemak 5,60%, kadar abu 3,03%, lain-lain 2,03%.
Mengolah Ceker Ayam
Sebelum mengolah ceker ayam , pemilihan ceker ayam sangat perlu diperhatikan agar diperoleh kwaliats kripik ceker yang diharapkan dan mempunyai nilai tinggi. Pilih ceker ayam yang utuh, tidak luka atau bekas penyakit kulit. Selain itu, pililah ceker ayam yang baru dipotong sekurang-kurangnya 8 jam setelah dipotong.
Apabila sudah lebih dari 8 jam sejak pemotongan, biasanya mulai banyak ditumbuhi oleh bakteri dan mikroornanisme sehingga mudah rusak saat proses pengulitan dan pemasakan.
Proses Pembuatan Kripik Ceker Ayam
1. Pilih satu persatu ceker ayam yang akan dibuat kripik
2. Cuci bersih ceker ayam dengan air yang mengalir
3. Rendam dengan air kapur sebanyak 2 persen dari berat semua ceker ayam selama 4 jam, fungsi kapur untuk kerenyahan /keempukan
4. Cuci kembali dengan air yang mengalir sampai bersih sambil dibuang kulit arinya yang berwarna kekuningan
5. Masukkan kedalam panic berisi air dingin kemudian dipanaskan hingga air mengeluarkan gelembung-gelumbung kecil (tidak sampai mendidih)
6. Lakukan pengujian kulit dengan menusukkan garpu pada ceker ayam, apabila garpu mudah ditusukkan maka ceker ayam maka kulit sudah masak
7. Tiriskan selama 10 menit agar mudah melakukan pengulitan
8. Kuliti ceker ayam dengan menggunaka gunting atau pisauhttp://www.blogger.com/img/blank.gif
9. Rendam kulit ceker ayam dalam bumbu yang terdiri dari ketumbar, bawang putih, kunyit dan garam
10. Jemur kulit ceker ayam dengan bagian luar berada dibagian bawah (agar mudah mengambilnya setelah kering)hingga kering
11. Kulit ceker ayam yang telah kering kemudian digoreng dalam minyak goreng hingga terendam, sehingga akan menghasilkan gorengan yang empuk dan renyah
Kripik ceker ayam ini memiliki rasa asin dan gurih seperti lanyaknya kripik usus ayam yang telah banyak dipasarkan, hanya saja pada pembuatan kripik ceker tersebut harus lebih membutuhkan ketrampilan dalam menguliti ceker ayam sehingga bisa menghasilkan guntingan/potongan kulit yang baik dan utuhUntuk membuat 1 kilogram kripik ceker ini hanyak dibutuhkan kurang lebih 8 kilogram ceker ayam segar.

Sumber : kompasiana

Sangkar Burung Pak Salman


Bruno, sebuah kecamatan di pojok barat laut Kabupaten Purworejo, selama ini memang dikenal sebagai daerah tertinggal dengan indeks kemajuan pembangunan yang rendah. Sebagian masyarakatnya masih hidup di bawah garis kemiskinan. Namun di balik itu semua, ternyata Bruno menyimpan banyak sekali potensi ekonomi yang belum tergarap secara optimal. Potensi ekonomi dalam bentuk unit-unit usaha kecil dan menengah (UKM) itu misalnya usaha lanting kuning, gula aren, tahu tempe, jahe, kerajinan tikar, anyaman bambu, dan sangkar burung.

Kerajinan sangkar burung di Dusun Kedungwungu, Desa Kaliwungu merupakan salah satu unit usaha yang paling berkembang. Usaha milik Pak Salman ini merupakan satu-satunya usaha kerajinan sangkar burung di Kecamatan Bruno. Usaha yang telah dijalankan puluhan tahun ini menghasilkan sangkar burung dengan berbagai variasi ukuran dan bentuk. Area pemasarannya pun telah menjangkau Kutoarjo, Purworejo kota, bahkan sampai ke Wonosobo.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Pak Salman yang memiliki empat orang pegawai ini menjual sangkar burung buatannya dengan kisaran harga enam ribu hingga lima puluh ribu rupiah bergantung besar kecilnya ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan.. Jumlah sangkar burung yang terjual tiap harinya masih sangat fluktuatif tergantung banyaknya jumlah pesanan. Hal ini membuat omset penjualan yang bisa dicapai oleh Pak Salman pun naik turun tiap bulannya.

Kendala utama yang dihadapi Pak Salman dalam memajukan usahanya adalah ketiadaan modal usaha. Terbatasnya modal membuat Pak Salman tidak mampu menaikkan jumlah produksi sangkar burungnya dan melakukan ekspansi pasar. Adanya kredit bunga lunak dari bank atau investor pastinya akan mampu memajukan usaha sangkar burung ini.

Foto dan teks : Meylan Fredy Ismawan (Tim KKN PPM UGM unit Bruno)