Sabtu, 25 Juni 2011

Sukses Bisnis Keripik Jamur Tiram


Bisnis Jamur tiram merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Rasa jamur ini yang cukup lezat dan dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk makanan serta perawatannya yang mudah membuat bisnis ini banyak diminati. Kreatifitas bisnis dengan mengolah barang mentah menjadi barang jadi ternyata memberikan berkah tersendiri bagi pasangan Tri Sugiatno dan Wiwik Widiastuti. Sukses merintis bisnis keripik jamur tiram dimulai dari awal membudidayakan jamur tiram dan menjualnya sebagai sayuran ke sekitar rumahnya. Kini dengan bisnis keripik jamur yang sudah berjalan dengan baik mereka bisa mendapatkan pemasukan jutaan rupiah.

Keripik Jamur Tiram

Awal bisnis keripik jamur tiram ini dimulai pada saat Wiwik datang ke acara lomba desa di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pada acara tersebut hasil budidaya jamur tiram petani merupakan salah satu peserta lomba. Dari situlah Wiwik terdorong membudidayakan Jamur tiram, karena prosesnya mudah dan murah.

Sebagai permulaan dalam usaha budidaya jamur tiram dibelilah 200 bag log (campuran bibit jamur, serbuk kayu, bekatul kapur kawur, dan pupuk dalam plastik) seharga Rp 300.000. Bag log itu lalu disusun di kumbung (rumah jamur) berdindingkan anyaman bambu seluas 42 meter persegi, di samping rumahnya.

Perawatan jamur tiram pun cukup mudah karena hanya dengan disiram air bersih setiap hari, hingga jamur berwarna putih tumbuh di setiap bag log. Dalam waktu satu bulan, jamur sudah bisa dipanen. Jamur itu terus muncul sampai empat hingga lima bulan berikutnya, sebelum kemudian bag log harus diganti baru.

Jamur putih yang dipanen sekitar lima kilogram setiap hari itu lalu dijual ke tetangganya Rp 8.000 per kilogram. Ternyata minat para tetangga membeli jamur tiram yang dipakai membuat sayuran cukup tinggi.

Banyaknya peminat itulah yang mendorong Wiwik dan Tri menambah jumlah bag log sampai akhirnya tahun 2007 sebanyak 1.000 bag log dibudidayakan di kumbung. Hasilnya, setiap hari mereka panen sampai 30 kilogram jamur putih.
Namun, banyaknya jamur putih yang dipanen itu justru membingungkan Wiwik dan Tri. Pasalnya, dari 30 kilogram hasil setiap hari, hanya sekitar 5 sampai 10 kilogram yang bisa terjual. Sisanya, menumpuk di gudang, tak ada pembelinya.

Dari situlah Tri lalu berpikir mengolah jamur tiram menjadi keripik, dengan harapan jamur tiram akan bisa terjual semuanya dan memiliki nilai tambah. Meski ide ini cukup bagus ternyata tidak mudah diwujudkan. Minimnya pengalaman membuat keripik Jamur tiram menjadi permasalahan tersendiri.Serangkaian percobaan membuat keripik jamur tiram tidak kunjung berhasil, Ada yang keripiknya melempem, ada yang rasanya enggak enak dan lain-lain. Meski demikian mereka tetap gigih dan tidak putus asa dalam melakukan percobaan dalam menemukan formula yang pas dalam membuat kerikipik Jamur tiram.

Sampai pada percobaan memasak ke-10, Tri dan Wiwik menemukan takaran yang pas. Jamur tiram yang digoreng dengan dicampur tepung terasa gurih dan enak rasanya.Dengan pegangan ”resep rahasia” itu, keduanya memasak sekitar lima kilogram jamur untuk dijadikan keripik. Ada dua jenis keripik yang dijual, keripik berkualitas baik dijual Rp 70.000 per kilogram. Keripik yang nomor dua dijual Rp 1.250 per kemasan kecil.

Keripik jamur tiram awalnya dicoba dijual ke tetangga, warung, dan restoran sekitarnya. Awalnya ada penolakan karena sejauh yang mereka tahu jamur bisa membuat keracunan. Namun, setelah keripik dicoba dan aman, mereka pun membelinya dan menjadi pelanggan tetap.
Permintaan Keripik Jamur Tiram mengalir

Penyebaran dari mulut ke mulut membuat keripik kian dikenal. Awal 2009, permintaan bertambah, tetapi produksi jamur tiram terbatas.”Permintaan datang dari luar Madiun, seperti Banjarmasin, Samarinda, Riau, dan Madura. Ada eksportir dari Lumajang yang menawarkan ekspor produk saya. Banyak juga tenaga kerja Indonesia yang membawa keripik saya untuk dijual di luar negeri,” ujar Tri.

Tri pun mencoba bekerja sama dengan 11 petani jamur di wilayah Dungus dan Kresek, Madiun. Jamur petani dibeli Rp 8.500 per kilogram ditambah jamur budidaya sendiri, Tri dan Wiwik mendapatkan jamur setengah kuintal per hari. Jamur dimasak dengan enam penggorengan untuk menghasilkan setengah kuintal keripik per hari.

Omzet penjualan keripik sekitar Rp 3 juta per hari. Penghasilan bersih sekitar 10-20 persen dari omzet, antara Rp 300.000 sampai Rp 600.000. Padahal, tiga tahun yang lalu, omzet dari menjual jamur tiram putih hanya Rp 40.000 per hari.
Ternyata jumlah produksi itu belum cukup memenuhi permintaan, terutama seperti mendekati Lebaran. ”Permintaan naik 100 persen. Butuh satu kuintal jamur tiram putih per hari untuk memenuhi permintaan. Hanya separuh permintaan yang dipenuhi,” kata Tri.

”Budidayanya mudah, murah, dan potensi pasarnya besar, tetapi sayang tidak banyak warga yang mengetahui hal ini sehingga ragu membudidayakannya,” tambahnya.

Karena itu, setiap kali warga atau mahasiswa datang belajar budidaya jamur tiram, dia memberikan pelajaran gratis. Biar semakin banyak orang mau menanam jamur tiram. Jika pasokan jamur tiram itu terbatas, obsesinya membuat waralaba keripik produksinya pun terganjal. (Galeriukm).

Sumber:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/10/27/0912458/raup.jutaan.rupiah.dari.keripik.jamur.tiram
galeri ukm

Rabu, 15 Juni 2011

Ternak Jangkrik Kecil-Kecil Menguntungkan


Ternak jangkrik pernah booming pada beberapa tahun yang lalu, namun perlahan meredup. Hal tersebut karena informasi yang bombastis mengenai pasar ternak jangkrik . Banyak pelaku bisnis ternak jangkrik yang akhirnya gulung tikar. Namun sebenarnya peluang bisnis ternak jangkrik masih terbuka,hanya saja jangan bermimpi mendapat keuntungan besar dalam waktu sesaat seperti yang digembor-gemborkan dahulu. Pasar ternak jangkrik masih terbuka, hanya perlu jeli memotretnya.

Pasar hasil ternak jangkrik yang riil sebenarnya adalah sebagai makanan tambahan untuk hewan-hewan peliharaan, seperti halnya ulat hongkong. Burung-burung kicau biasanya diberikan makanan berupa Jangkrik karena kandungan gizi yang cukup baik, sehingga membantu meningkatkan kualitas burung kicau. Selain burung kicau beberapa jenis ikan hias seperti arwana dan louhan sangat baik bila mengkonsumsi jangkrik hasil ternak.

Pada awalnya pemenuhan jangkrik untuk pasar tersebut sangat mengandalkan tangkapan dari alam. Namun lambat laun hal tersebut sangat sulit dipenuhi, apalagi di kota-kota besar. Ditambah lagi peminat hobi ikan hias dan burung kicau juga semakin bertambah, sehingga permintaan jangkrik hasil ternakan terus meningkat.

Untuk melihat kebutuhan pasar ternak jangkrik, bisa disurvey pada toko-toko makanan burung atau pasar burung. Dari situ bisa diketahui berapa besar kebutuhan pasokan yang diperlukan. Pelaku ternak jangkrik ini relatif masih sedikit orang yang meliriknya,sehingga peluang usahanya cukup lebar.
Mereka Yang Sukses Ternak Jangkrik

Sukses beternak jangkrik telah dialami beberapa orang, Menurut Tulus Adi Surendra (25), ketua Paguyuban Peternak jangkrik Banyuwangi ”Cendana, di Kabupaten Banyuwangi permintaan jangkrik terus bertambah. Paling tidak dalam satu hari 2 kuintal permintaan produk ternak jangkrik harus bisa dipenuhi.

Lain lagi dengan Hendro (45) peternak jangkrik dari Banyuwangi juga yang sudah 20 tahun menekuni bisnis Ternak jangkrik. Pesanan jangkriknya tidak hanya datang dari Banyuwangi tetapi juga sampai pulau Bali. Setiap hari ia bisa memanen jangkrik 1 kuintal yang harganya per kilogram 25 ribu, dan bisa dua kali lipat bila dijual di Pulau Bali.

Untuk memenuhi permintaan hasil ternak jangkrik yang besar,ia merekrut 75 orang peternak jangkrik lainnya, yang bertugas menetaskan telur jangkrik dan membesarkan jangkrik hingga dewasa. Hasil ternakan jangkrik petani tersebut ia beli 10 ribu per kilogram.
Ternak jangkrik Masa Panen Singkat

Ternak jangkrik dapat dinikmati hasilnya dalam waktu pendek. Pada usia muda yaitu 20-25 hari jangkrik sudah bisa dipanen. Konsumen untuk jangkrik muda ini biasanya penghobi burung dan ikan. Jangkrik tua yaitu usia 25 hari ke atas banyak dicari sebagai makanan lele dan ayam.

Selain hasil berupa jangkrik tua dan muda, telur jangkrik juga laku dijual kepada peternak jangkrik lainnya. Peternak jangkrik pemula biasanya membeli telur untuk ditetaskan dan diternakkan karena merupakan cara yang relatif lebih mudah.

Jangkrik memang hewan mungil, namun jika jeli melihat peluang bisnis tersebut , bukan mustahil menghasilkan keuntungan yang besar. Terlebih lagi ternak jangkrik tidak memerlukan tempat yang lebar, sehingga bisa dijadikan usaha sampingan di rumah. Anda tertarik? Selamat Mencoba beternak Jangkrik.

Sumber : (Galeriukm).
Foto :Encepfr

Menangkar Murai Batu Meraup Jutaan Rupiah


Memelihara burung berkicau, selain sebagai hobi yang menyenangkan, ternyata juga dapat menjadi sumber penghasilan. Seorang penangkar burung murai batu bernama Budi Hartanto di Jakarta, baru-baru ini, misalnya. Dengan sembilan pasang induk murai batu unggulan, setiap bulan budi memperoleh sedikitnya 18 ekor burung anakan. Setelah berumur sebulan, burung anakan itu bisa dijual dengan harga tak kurang dari Rp 1,5 juta per ekor. Keuntungan yang didapat dari 18 ekor anakan tersebut bisa mencapai Rp 16 juta.

Budi mengatakan, dia telah menekuni bisnis burung murai batu sejak dua tahun lampau. Menurut lelaki ini, modal yang diperlukan dalam bisnis ini relatif murah. Untuk sepasang burung murai, Budi mengeluarkan biaya sebesar Rp 300 ribu per bulan. Lahan yang dipakai pun cukup menggunakan halaman dan genteng rumah. Hingga kini, Budi yang mengaku belum mengalami hambatan berarti dalam menernak murai batu, merasa kewalahan memenuhi permintaan para pelanggan.(ZAQ/Zakaria)

Sumber :Liputan6.com, Jakarta:

Meraih Untung dari Merpati Balap


Burung-Burung Pembalap Pencetak Untung
Peluang beternak merpati balap

Mesti Sinaga, Yus Santos (Surabaya)

Seiring dengan maraknya balap merpati di berbagai daerah, merpati balap pun
diburu banyak orang. Permintaan dan harga merpati balap terus terdongkrak.
Usaha beternak merpati balap menjanjikan keuntungan berlipat ganda. Untuk
sukses di bisnis ini dibutuhkan kerja keras dan sejumlah syarat. Jangan
remehkan burung merpati. Si burung dara ini memang tak secantik burung
merak. Suaranya pun tak semerdu perkutut. Dan burung ini juga tak tergolong
langka. Jasanya untuk mengantarkan surat pun nyaris tak dibutuhkan lagi.
Meski begitu, sekarang ini si burung dara yang bisa terbang 1.000 kilometer
per hari itu sedang diburu banyak orang. Tak heran bila harganya jadi
melejit mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah per ekor.

Merpati yang diincar ini bukan sembarang merpati. Merpati ini harus yang
jinak dan cepat terbangnya, sehingga bisa diikutkan dalam arena balap
merpati alias adu doro. Ini adalah perlombaan yang dilakukan dengan mengadu
kecepatan terbang sang burung. Belakangan ini adu doro memang sedang
mewabah di berbagai daerah di tanah air. Tengok saja apa yang terjadi di
Surabaya atau di Jawa Tengah. Di kampung-kampung seperti di Karang
Menjangan, Mojo, atau Kaliwaron hampir setiap rumah memelihara merpati.
Setiap sore kampung-kampung tersebut menggelar adu doro jenis kentongan.
Dalam pertarungan ini, burung dara melakukan start atau dilepas dari desa
tetangga. Burung yang lebih dulu mencapai finish, yaitu kandangnya
masing-masing, akan disambut oleh bunyi kentongan pertanda bahwa burung
itulah yang keluar sebagai pemenang.

Penduduk kampung, tua-muda, kaya-miskin, lelaki atau perempuan berjejal
menyaksikan balapan dara itu. Para penonton pun kasak-kusuk, sibuk
bertaruh. Jumlah uang yang berputar dalam taruhan tersebut lumayan besar.
Satu kali balapan bisa mencapai Rp 5 juta. Kalau di kampung-kampung dikenal
balap merpati kentongan, di pusat kota ramai dengan balap merpati andokan.
Dalam balap andokan yang berasal dari Madura ini, adu cepat terbang
antarburung dara ini dilakukan di tanah lapang. Di Surabaya, seperti yang
biasa dilangsungkan di daerah Kenjeran dan Darmo, balap merpati jenis
andokan ini digelar minimal sekali dalam dua minggu. Panitianya adalah para
penggemar atau pehobi balap merpati. Berbeda dengan balap kentongan,
"Secara resmi para pecinta merpati balap andokan ini mengharamkan adanya
perjudian," kata Mohamad Holib, Sekretaris Persatuan Penggemar Pelestarian
Burung Utomo. Meski begitu, diam-diam toh ada saja penonton yang bertaruh.

Para pecinta merpati balap (andokan) tersebut umumnya adalah masyarakat kelas menengah atas. Maklumlah, harga si burung dara untuk andokan berpuluh kali lipat harga burung dara untuk balap kentongan. Burung dara balap kentongan harganya hanya Rp 25.000 atau paling top Rp 100.000 per ekor.
Sedangkan untuk dara andokan kelas juara, telurnya saja bisa dihargai sampai Rp 1 juta per butir. Harga anakan dara andokan yang sudah pernah meraih gelar juara berkisar antara Rp 2,5 juta - Rp 5 juta. Itu harga dara andokan keturunan juara. Sementara dara andokan peraih gelar juara itu sendiri harganya mencapai puluhan juta. "Merpati saya, yang jadi juara tahun 1998 laku terjual Rp 53 juta," kata Darmawan Utomo, pecinta sekaligus peternak merpati balap dari Surabaya.

Untung selangit tapi harus hati-hati.

Ibarat demam, kegemaran akan merpati balap ini mulai mewabah di kalangan atas. Makanya, tak heran bila makin banyak saja orang yang mengincar burung merpati balap. Apalagi, selain pecinta burung tulen, banyak pula orang kaya yang mengoleksi burung dara balap sekadar untuk menaikkan gengsinya.
Umumnya, pembeli burung dara balap tak segan-segan mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan burung dara yang diincarnya. Karena itulah, usaha pengembangbiakan dan jual beli burung dara balap menjadi peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Bayangkan saja. Dengan modal Rp 65 juta, peternak merpati balap bisa meraup keuntungan sekitar Rp 35 juta atau sebesar 53%.
Itu kalau peternak sudah menjual merpati balap anakan yang berumur maksimal empat bulan (piyik). Kalau peternak memelihara merpati balap tersebut sampai berumur 10 bulan, dan dilatih terbang, keuntungan yang bisa dikeruknya lebih gede lagi. Bahkan, kalau si burung dara berhasil mencatat prestasi di salah satu arena adu cepat terbang, keuntungan yang dinikmati pemiliknya akan berlipat-lipat ganda.

Menilik hitungan di atas kertas itu, bisnis merpati balap ini sangat menggiurkan. Tapi jangan keburu nafsu dulu. Keuntungan yang besar tersebut tidak bisa diraih dengan gampang. Pangsa pasar merpati balap ini sangat spesifik dan umumnya mengenal musim. Selain itu, kendala utama dalam bisnis ini adalah belum adanya standardisasi mutu, seperti yang sudah ada dalam peternakan kuda atau perkutut. Karena belum adanya standar mutu tersebut, menurut Darmawan Utomo, orang yang berniat terjun ke bisnis peternakan merpati balap ini harus paham betul seluk-beluk merpati balap. Kalau peternaknya tak paham betul, kemungkinan terjadinya kesalahan dalam memilih
bibit dan pemeliharaan akan sangat besar. "Kalau kejeblok lantaran salah pilih bibit, bukannya untung, malahan buntung dan dapat cemoohan," kata Darmawan.

Memilih bibit yang baik bukanlah pekerjaan mudah. Sampai saat ini belum ada
kriteria baku yang bisa dijadikan patokan oleh awam untuk menentukan bibit yang unggul. Secara umum memang sudah beredar semacam petunjuk bahwa bibit yang bagus adalah:
- keturunan merpati balap juara;
- badan merpati harus seimbang, artinya sayap kiri dan kanannya harus seimbang betul;
- ketika sayap dikepakkan, kedua ujungnya bertemu membentuk lingkaran;
- dan yang penting burung itu harus bermental juara.

Asal tahu saja, sekilas merpati biasa dengan jenis balap tidak ada bedanya. Perbedaan baru tampak jika kita memperhatikan bulu-bulu pada sayapnya.
"Bila bulu sayap merpati biasa berbentuk runcing, burung yang mempunyai
kecepatan tinggi berbentuk bulat," ungkap seorang pedagang di pasar burung,
di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Meskipun tip itu sudah beredar di pasaran,
tapi nyatanya untuk memilih bibit berdasarkan kriteria di atas tetap saja
dibutuhkan jam terbang yang tinggi. Karena itulah bagi pendatang baru yang
ingin terjun ke bisnis ini, Darmawan Utomo punya resep khusus. Pertama, pemain baru itu harus belajar keras dan pada awalnya harus melibatkan orang yang paham seluk beluk merpati balap tersebut. "Kalau Anda tak benar-benar berpengalaman, jangan pernah membeli bibit tanpa ditemani seorang yang sudah ahli," ujar Darmawan lagi.

Kedua, peternak harus terjun langsung ke lingkungan pecinta merpati balap. Caranya, misalnya rajin mengikuti setiap perlombaan balap merpati dan berusaha masuk ke jaringan pecinta merpati balap. Sudah bukan rahasia lagi, jaringan antarpenggemar merpati balap itulah yang mengendalikan harga. Soalnya, mereka tahu persis siapa-siapa konsumen potensialnya. Dengan masuk ke jaringan pehobi merpati balap itu, peternak juga akan memiliki akses untuk mendapatkan indukan yang unggul. Karena tak ada standar mutu, maka indukan yang dianggap paling layak adalah merpati balap mantan juara.
Indukan yang mantan juara ini dijadikan semacam jaminan bahwa anak yang dihasilkannya juga akan menjadi jagoan di arena balap. Jadi, meski sebenarnya kualitas merpati itu bagus, tapi kalau Anda belum punya nama di kalangan pehobi dan peternak, "Bersiap-siaplah. Harga jual merpati Anda pasti akan jatuh di bawah harga jual peternak lain yang sudah terkenal," ujar Darmawan.

Bermacam-macam obat kuat buat si pembalap

Nah, karena di Indonesia katalog silsilah merpati balap belum juga populer,
peternak mau tak mau memang harus masuk dan membangun jaringan satu sama lain. Untuk mengenali silsilah seekor merpati balap, ada semacam cincin yang dilingkarkan di kaki si burung. Tapi tak jarang cincin tersebut palsu.
Guna mengatasinya para pembeli kudu selalu melacak asal usul merpati tersebut. Pelacakan umumnya dilakukan dengan mencari informasi kepada jaringan pehobi. "Soalnya, para penggemar itu yang tahu persis merpati mana yang pernah jadi juara dan siapa pemiliknya," kata seorang penggemar balap merpati. Merpati balap yang paling mahal adalah yang berhasil mencatat prestasi sebagai nomor wahid di sebuah kejuaraan. Faktor keturunan saja tidak menjamin keperkasaan seekor merpati balap. Untuk bisa memenangi sebuah balapan, seekor merpati harus dibimbing oleh seorang pelatih yang kerap disebut joki. Sang joki inilah yang kemudian melatih si merpati untuk terbang berdasarkan karakter yang melekat pada si burung.

Terakhir, seperti halnya seorang atlet, jika mau berprestasi tinggi dia harus rajin mengonsumsi makanan bergizi tinggi. Agar bisa terbang cepat, kuat, dan memenangi suatu pertandingan, si merpati harus disuguhi berbagai macam obat kuat secara teratur. Mulai dari jamu-jamuan tradisional seperti telur ayam kampung,madu dan kunyit, sampai hemaviton dan vitamin lainnya.
Untuk burung juara, pemiliknya bahkan tak segan-segan mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli ginseng, sarang burung walet, atau semacam akar-akaran obat cina bernama wang seng.

Sumber : KONTAN EDISI 10/IV
Tanggal 29 November 1999

Bisnis Ternak Merpati Hias







Peluang Usaha Ternak Merpati . Sekarang ini trend burung masih di dominasi kenari import , tapi bukan berarti jenis unggas kesayangan asli indonesia tidak memenuhi selera pasar . Buktinya harga merpati hias cukup mahal , seperti jenis Santinet. Sepasang merpati anakan ditingkat peternak harga sekitar 500 ribu rupiah . Salah satu peternak merpati hisa ini adalah Syarif Hidayatullah ( kampung sempongan , kota gede , yogyakarta ), untuk bisnis merpati hias ini perlu menyiapkan pasarnya dulu . Dahulu di tahun 1995 merpati hasil panennya selalu di bawa ke pasar burung di jawa tengah , seiring dengan perkembangan waktu akhirnya merambah ke pasar pasar burung di bandung dan jakarta . Dari jaringan yang telah dia bentuk akhirnya sekarang banyak pembeli yang datang ke rumah .

Dari sebuah kandang sederhana dalam sebulan dapat memanen anakan sebanyak dua kali dan setiap kali panen menghasilkan 15 pasang merpati , maka dalam sebulan 30 pasang . Harga sepsang merpati anakan lepas sapih berkisar 150.000 – 1 juta . Jika dalam sebulan didukung pemasaran yg lancar bisa beromzet 15.000.000 , biaya pakan yang di keluarkan 1 juta .

Berikut gambaran analisa budidaya Merpati Hias

A. Investasi

- kandang Rp. 2.000.000

- Induk 15 pasang @ 1 juta Rp. 15.000.000

Total : 17.000.000

B. Biaya Operasional

- Pakan Rp. 1 .000.000

- Tenaga Kerja Rp. 1.000.000

Total : Rp 2.000.000

C. OMZET

- Hasil penjualan anakan ( 1 Pasang indukan menghasilkan 1 pasang anakan. 1 bulan panen 2 kali ) @ 500.000

Rp. 15.000.000

Sumber : Trans Agro
Ide Peluang Usaha
Berikut Gambar dan Jenis Merpati Hias
1.Jacobin Putih
2.Satinettes
3.Pouter / Gondok
4.English Tumber
5.Maltese abu-abu
6.Maltese Putih
7.Double Cab Hitam
8.Double Cab Coklat
9.King White

Minggu, 05 Juni 2011

Puluhan Bisnis Jasa Yang Menguntungkan


Ada banyak bisnis jasa yang memiliki peluang menjanjikan. Setidaknya ada enam kategori bisnis jasa yang bisa Anda kerjakan sesuai minat dan ketertarikan. Misalnya jasa konsultan, jasa agen, jasa intelektual, jasa perawatan, dan jasa pelayanan khusus. Demikian seperti yang disebut dalam buku 50 Bisnis Jasa Menguntungkan.
Buku yang ditulis Zubiadi Latief ini tidak saja inspiratif, tetapi juga menggambarkan aneka rupa bisnis jasa yang bisa memberi peluang menguntungkan. Termasuk langkah-langkah menekuni bisnis jasa, dari persiapan usaha, memasang strategi, perkiraan penghasilan per bulan, kiat dan kunci sukses menjalani bisnis.
Menurut Zubiadi Latief, salah satu keuntungan dari bisnis jasa adalah Anda tidak perlu repot mendistribusikan, menghitung, dan mengawasi product circulation.
Bisnis jasa agen laundry misalnya. Bisnis ini menjanjikan cash flow bisnis terjadi setiap hari dan pangsa pasarnya mencakup semua tingkat ekonomi. Selain itu, Anda tidak perlu repot membeli dan bahkan mencuci sendiri pakaian klien. Tugas Anda sebagai agen laundry hanya menerima pesanan, kemudian menyerahkannya ke pemilik mesin laundry (hlm 65).
Ada pula agen tiket dan tur. Bisnis ini bisa Anda manfaatkan sebagai usaha sampingan. Selain memiliki prospek, tugas Anda hanya mengontrol harga dan jadwal keberangkatan pesawat, kapal maupun bus travel dari setiap orang yang ingin membeli tiket.
Kedua contoh bisnis jasa di atas termasuk bisnis agen jasa. Namun Anda masih bisa menjumpai aneka bisnis jasa lainnya, seperti bidang intelektual. Sebutlah jasa les privat, penulis, penerjemah, desainer interior, dan lain sebagainya.
Selengkapnya Anda bisa menyimak dalam buku 50 Bisnis Jasa Menguntungkan. Buku terbitan Visimedia ini membuka wawasan kita pada aneka jenis bisnis jasa secara praktis. Buku setebal 196 ini cocok dibaca siapa saja, termasuk para karyawan yang ingin membuka bisnis jasa sebagai usaha sampingan.
Nah, satu hal penting dalam menjalankan bisnis jasa adalah memberikan kepuasan pada konsumen. Selamat berbisnis.

Sumber : visimediapustaka